7 Jul 2012

TRANSMISION


I.B. Transmission
Fungsinya adalah :
1.Untuk meneruskan dan memutuskan putaran engine ke roda
penggerak.
2.Untuk merubah arah putaran roda dari maju ke mundur demikian
pula sebaliknya.
3.Untuk merubah kecepatan dan tenaga / moment engine ke roda.
- Untuk merubah kecepatan dan tenaga maka dibuatlah gear yang
berbeda besar dan jumlah giginya.
- Jika gear yang jumlah giginya lebih sedikit diputar oleh gear
TRANSMISSION
penggerak yang jumlah giginya lebih banyak maka kecepatan
gear yang diputar akan meningkat sehingga kecepatannya ber-
tambah.
- Jika gear yang jumlah giginya lebih banyak diputar oleh gear
penggerak yang jumlah giginya lebih sedikit maka kecepatan gear
yang diputar akan turun sehingga torsi/tenaganya bertambah
- Perbandingan gear tersebut disebut "Gear Ratio".
Secara umum perbandingan gear suatu transmission digambarkan
oleh persamaan berikut :
Gear Ratio = Jumlah gigi yang diputar : jumlah gigi yang memutar
Kec. Gear Akhir = 1/Gear Ratio X Kec. Gear Awal
Moment Gear Akhir = Gear Ratio X Moment Gear Awal

Secara garis besar Transmission dapat dibagi menjadi 2 bagian :
a. Transmission Manual
Transmission yang perpindahan giginya dilakukan secara manual.
b. Transmission Automatic
Transmission yang perpindahan giginya dilakukan secara automatic
I.B.1 Jenis - jenis Manual Transmission ( M/T )
- Manual transmisson pada umumnya ada 4 atau 5 kecepatan maju
dan 1 kecepatan mundur.
- Transmission ini dapat dikelompokkan menjadi transmission FF
( untuk penggerak roda depan ) dan FR ( untuk penggerak roda
belakang ). Transmission FF merupakan rancangan yang kompak
dengan panjang yang minim untuk pemasangan pada ruang engine
melintang dan mempunyai differential gear.
- Penjelasan kode model pada Transmission
F 4 A 2 1
F : 2WD, R : 2WD-RWD, W : 4WD-FWD Base, V : 4WD-RWD
Base.
4 : menunjukan speed/kecepatan sampai gigi 4, demikian juga
untuk 3 dan 5, sedangkan angka 1 menunjukan "CVT" model.
A : menunjukkan Automatic T/M , M : Manual T/M dan CVT :
menunjukkan"CVT" model.
2 : adalah kode pabrik pembuatnya ( 1 : Mizushima, 2,3 : Kyoto
Plt, T : Tokyo Plt, C : Chrysler, G : Getrag, W : Aisin AW,
S : Aisin, J : Jatco, U : CMC, H : HMC.
I.B.2 Transmission F5M22
Transmission model ini dirancang untuk kendaraan FF dimana ting-
kat kebutuhan akan mutu yang berkenaan dengan kesan pengopera-
sian, kebisingan, getaran, dsb sudah semakin tinggi sehingga MMC
telah mengembangkan manual transmission mutakhir ini.
Adapun keunggulan F5M22 adalah :
a.Syncronezer kecepatan ketiga, keempat atau kelima disusun pada
input shaft, dan syncronezer kecepatan pertama dan kedua disusun
pada intermediate shaft untuk menurunkan tenaga saat shifting.
b.Suatu mekanisme pencegahan kesalahan shift ke mundur telah di-
pasangkan agar perpindahan ke gigi lima tepat.
c.Jumlah pasangan gear yang berputar dan saling mengait (mesh) pada
saat idle telah dikurangi dari 6 ( T/M 5 kecepatan seri KM 160 )
menjadi 2, sehingga kebisingan idle menjadi lebih rendah.
d.Dipasangkan needle bearing untuk setiap speed gear, dan taper B/G
low friction type, dsb, untuk mengurangi hambatan gesek. Selain itu,
telah diatur bentuk case yang optimum untuk mengurangi hambatan
aliran oil dan untuk mengefisiensikan penyaluran tenaga yang lebih
tinggi.
e.Dipasangkan halved needle bearing untuk speed gear ke-3, ke-4 dan
ke-5, dan semua bearing pendukung shaft telah diganti dengan yang
berkapasitas sangat tinggi untuk ketahanan dan kehandalan yang
lebih tinggi.
Jalur Pemindahan Daya
Jalur pemindahan tenaga melalui 1st-2nd speed syncronezer yang di-
tempatkan pada intermediate shaft, dan 3rd-4th dan 5th speed syncro-
nizer yang ditempatkan pada input shaft, memberikan perpindahan
gigi yang halus.
Perpindahan ke mundur dilakukan oleh sebuah sliding spur gear.
Reverse idler gear bergeser dan menghubungkan gigi dari input shaft
dan gigi dipermukaan luar dari 1st-2nd syncronizer sleeve.
I.B.3 Mekanisme Synchromesh
a.Konstruksi mekanisme synchromesh
-Pada era sekarang ini semua gear untuk gerakan maju menggunakan
jenis synchromesh yang memberikan kemudahan dalam perpindahan
gigi.
-Ketika gigi dipindah, mekanisme synchromesh akan membawa gigi
ke kecepatan yang tepat, sesaat sebelum terhubungkan oleh bagian-
bagian mekanisme syncromesh. Adapun bagian-bagiannya adalah :
synchronizer ring, synchronezer key, synchronizer spring, synchro-
nezer hub sleeve.
-Jika terjadi gangguan pada bagian ini kegagalan synchromesh akan
mengakibatkan benturan gear pada saat shifting.
b.Cara kerja mekanisme synchromesh
- Ketika pengemudi menggerakkan shift fork ( gear yang di-inginkan )
sleeve synchronizer mula-mula bergerak bersama shift fork.Synchro-
nizer key tertekan oleh synchronizer spring ke arah sleeve.
Kemudian, karena bagian cembung dari synchronizer sleeve ber -
tepatan dengan bagian cekung dari synchronizer key, maka syncro-
nizer key juga bergerak bersama shift fork.
- Pada saat synchronizer key bergerak sampai jarak tertentu, ujung
synchronizer key mulai menyentuh synchronizer ring, dan synchroni-
nizer ring juga akan bergerak ke kanan. Ketika synchronizer ring ber-
gerak ke kanan,akan menyentuh (bergesekan) dengan cone dari gear.
- Pada saat sleeve ditekan, gaya gesek bertambah secara bertahap,dan
perbedaan antara kecepatan putaran synchronizer sleeve dan gear
berkurang. Synchronizer key, yang ditekan oleh synchronizer sleeve
menekan synchronizer spring. Akibatnya synchronizer sleeve akan
melewati synchronizer key. Synchronizer sleeve yang telah melewati
synchronizer key akan menyentuh permukaan luar synchronizer ring.
dalam keadaan ini, jika spline dari sleeve synchronizer dan synchro-
nizer ring tidak tepat, synchronizer sleeve akan mendorong synchro-
nizer ring sampai tepat.
- Pada saat spline dari synchronizer sleeve dan synchronizer ring
sudah tepat, spline syncronizer sleeve dan spline synchronizer ring
akan terpasang dengan lancar.
- Spline ini juga akan menepatkan gear. Syncromeshing sudah selesai
Ketika synchronizer sleeve dan gear yang sudah saling mengait
(mesh) menyalurkan torsi, tidak ada gaya yang bekerja pada arah
axial.
I.B.4 Pengontrolan Transmission
Pengontrolan Transmission terbagi atas 2 system yaitu :
a. Remote Control System
- System remote control terdiri dari sebuah lever gearshift dan trans-
mission yang saling terpisah dan dihubungkan oleh kabel, rod, dan
sebagainya untuk shifting gear.
- System ini yang terutama digunakan untuk kendaraan-kendaraan FF
- Kelebihan-kelebihan dari sistem ini adalah :
1.Menggunakan karet anti getaran yang membantu menekan peram-
batan getaran engine.
2.Memberikan engineering yang lebih mudah
- Lever gearshift ditempatkan pada floorboard atau steering column
dan disebut jenis floor shift atau jenis column shift.
b. Direct Control System
- Direct control system terdiri dari sebuah lever gear shift yang dipa-
sang langsung pada transmission.
- System ini yang terutama digunakan untuk kendaraan-kendaraan FR
- Kelebihan-kelebihan dari sistem ini adalah :
1.Posisi shift lebih mudah diketahui.
2.Shift lebih terasa.
I.B.5 Mekanisme Interlock
Transmission mempunyai suatu mekanisme interlock yang fungsinya
adalah untuk pencegahan double mesh dan untuk mencegah shifting
sekaligus kedua gear.
I.B.6 Mekanisme Interlock Ke-5th-R
Mekanisme yang menjelaskan cara kerja pada saat shift ke-5 dan saat
shift ke-R pada transmission 5-speed saja.
I.B.7 Mekanisme Stopper
Mekanisme yang akan mencegah shifting dari gearshift lever ke R seca-
ra tidak sengaja, ketika akan dilakukan downshift dari gear ke-5 ke
gear ke-4 sehingga dapat menjamin pengoperasian yang aman.
I.B.8 Mekanisme Pencegah Terlepasnya Gigi
Mekanisme pencegah terlepasnya gigi ( poppet system ) berfungsi
untuk mencegah terlepasnya gear yang sedang shift (masuk) agar tidak
netral kembali, disamping itu juga berfungsi sebagai filing bagi penge-
mudi agar shift dapat dirasakan dengan jelas.
I.B.9 Mekanisme - mekanisme Lainnya
Mekanisme yang fungsinya untuk meningkatkan kemampuan pengen-
dalian. Untuk itu dipasangkan sebuah double cone synchronizer dan
molybdenum sprayed syncronizer ring.
a.Double cone synchronizer
- Double cone synchronizer mempunyai dua synchronizer ring yaitu
dalam dan luar yang disusun sedemikian rupa sehingga menghimpit
synchronizer cone. Kedua synchronizer ring ini saling mengait (mesh)
dan berputar bersama synchronizer hub.
- Synchronizer cone menjepit clutch gear dan berputar bersama 2nd
speed gear.
- Dalam pengoperasiannya, double cone synchronizer mirip dengan
synchronizer biasa. Namun, karena mempunyai permukaan-permuka-
an cone pada kedua sisinya, synchronizer ini mempunyai kemampu-
an synchronisasi dua kali lipat, sehingga mengurangi tekanan shifting.
b.Molybdenum sprayed synchronizer ring
Molybdenum sprayed synchronizer ring mempunyai permukaan gesek
yang disemprot dengan molybdenum dan memberikan ketahanan dan
kehandalan yang jauh lebih tinggi dari synchronizer ring konvensional.
c.Mekanisme pencegahan kebisingan gear mundur
- Perpindahan ke mundur dilakukan oleh spur gear yang melakukan
"selective sliding". Akibatnya terjadi benturan gear kecuali jika input
shaft dalam keadaan diam.

- Untuk menghentikan putaran input shaft tersebut maka dirancang
mekanisme pencegahan kebisingan gear mundur.
- Cara kerjanya sama dengan mekanisme syncro biasa.

I.C. Propheller Shaft
Fungsinya adalah meneruskan tenaga engine dari transmission ke roda
penggerak.
Konstruksi Propheller shaft
- Propheler shaft berputar dengan kecepatan tinggi sambil menerima
torsi engine yang selalu berubah, sehingga selalu terjadi getaran torsi.
- Jika shaft bengkok atau jika pusat geometris dan pusat massa tidak
tepat, maka akan terjadi getaran kebengkokan yang disebut mende-
ngung. Jika getaran ini ber-resonansi dengan frekuensi getaran natural
dari propeller shaft, akan terjadi gejala yang bersifat merusak.
- Untuk itu harus diambil langkah pencegahan agar tidak terjadi reso-
nansi pada pengoperasian dengan kecepatan normal.
- Suatu kecepatan putaran pada terjadinya resonansi disebut sebagai
kecepatan putaran berbahaya yang harus dibuat sedemikian rupa se-
hingga lebih tinggi dari kecepatan putaran normal.
- Untuk memenuhi tuntutan ini, umumnya digunakan tabung baja kar-
bon berlubang sebagai propeller shaft yang ringan dan mempunyai ke-
tahanan yang tinggi terhadap torsi dan tekukan.
- Bila penampang lintang dari shaft tidak dapat berubah, pertambahan
panjangnya secara drastis akan memberikan peningkatan kearah turun
nya kecepatan putaran yang berbahaya. Untuk itu diterapkan suatu ca-
ra pemisahan shaft menjadi dua.
- Untuk mengatasi perubahan panjang propeller shaft digunakan sleeve
joint.

I.D. Universal joint
- Tenaga engine diteruskan dari transmission menuju roda-roda pengge-
gerak oleh propeller shaft. Pada umumnya transmission dipasang pada
frame bersama-sama dengan engine dan clutch.
- Karena roda-roda penggerak dipasang pada body dengan chassis spring
diantaranya, maka pengaruh dari permukaan jalan dan perubahan beban
menyebabkan roda-roda penggerak bergerak naik turun.
- Oleh karenanya dipasang universal joint pada kedua ujung propeller
shaft untuk memberikan penyaluran tenaga engine ke roda-roda peng-
gerak dengan halus.
- Jenis - jenis Universal joint :
a.Flexible joint
b.Hook's joint ( digunakan untuk propeller shaft )
c.Constant Velocity joint / sambungan kecepatan tetap ( digunakan un-
tuk drive shaft ).