15 Jun 2014

Bagaimana Nitrous Oxide Systems (NOS) bekerja


Bagaimana Nitrous Oxide Systems (NOS) bekerja




NOS (Nitrous Oxide System)
 = sistem oksida (Oksida adalah senyawa kimia yang sedikitnya mengandung sebuah atom oksigen serta sedikitnya sebuah unsur lain) nitrogen

NOS atau kita sebut saja nitrous ini merupakan suatu senyawa gas yang terdiri atas dua bagian Nitrogen dan satu bagian Oksigen. Kandungan Oksigen yang dimiliki NOS adalah 36% dari total berat NOS itu sendiri.

Cara kerja NOS ini adalah sebagai berikut :
NOS yang berbentuk cair dalam tabung bertekanan ini cepat menguap di tekanan atmosphere. senyawa ini yang masuk ke ruang pembakaran & pecah menjadi 2 unsur yaitu nitrogen dan oxygen, kadar oxygen di senyawa nitrous oxide ini melebihi 1/2 kadar oxygen di udara. bercampurnya oxygen ini dengan senyawa hidrokarbon yang selalu terdapat di bahan bakar seperti bensin, solar maupun alkohol ini menghasilkan tekanan kompresi yang ngedongkrak tenaga mesin dalam waktu instan selama nitrous ini masih berada di ruang pembakaran, peranan nitrogen disini adalah sebagai pendingin, karena kompresi dan output tenaga yang instan ini bakal menghasilkan panas yang meningkat instan juga, struktur diatomik nitogen di NOS ini sangat stabil sehingga boost besar pun dimungkinkan, Kandungan Oksigen yang dimiliki NOS adalah 36% dari total berat NOS itu sendiri. Didalam ruang bakar, Nitrous Oxide memisahkan diri menjadi Nitrogen dan Oksigen. Jika bercampur dengan bahan bakar, Oksigen akan membantu pembakaran. Pada tekanan tinggi, sekitar 800psi, Nitrous Oxide berbentuk cairan. Botol dan tabung yang menampungnya tentu harus cukup kuat. Jika katup tabung tidak bekerja dengan baik, cairan akan merembes keluar dan langsung berubah menjadi gas lagi. Nitorus Oxide sangat peka terhadap perubahan panas. Pada saat bertekanan menjadi sangat membahayakan. Jika terkena anggota tubuh, maka anggota tubuh akan beku dan putus. Hal ini lazim disebut
 FROST BITE, yaitu hal yang sering dialami para pendaki gunung pada ketinggian 5000km diatas permukaan laut.

Kesimpulan NOS = 2 Nitrogen + 1 Oksigen bercampur dengan Hidrokarbon dalam ruang pembakaran akan meningkatkan kompresi/torsi yang mendongkrak tenaga yang dihasilkan oleh mesin tersebut dengan asumsi harus di sesuaikan dengan ketahanan mesin itu sendiri
 

Jika semburan gas mengarah sumber api, akan tercipta kombinasi pendinginan dan tekanan gas oksigen yang ideal untuk pembakaran, sehingga terjadi letupan. Efek pendinginan ini diperoleh dari penyerapan panas untuk menguapkan cairan Nitrous Oxide. Tetapi kondisi ini tidak mudah terjadi. Gas ini bukan bahan bakar dan tidak akan terbakar dengan sendirinya. Untuk membakarnya diperlukan sumber api. Hal inilah yang menyebabkan legal digunakan untuk kendaraan bermotor. Pada mesin, aliran gas ini biasa dikontrol oleh katup solenoid. Pasokan bahan bakar juga harus diperbanyak, gar tidak terjadi pembakaran miskin dan terjadi overheating. Dampaknya adalah piston menjadi meleleh.

Selain memasok oksigen tambahan ada keuntungan lain bila menggunakan alat yang telah lama dikenal oleh kalangan otomotif ini. Dalam keadaan cair dan gas, volume NOS ini sangat minim. Sehingga tidak mengganggu aliran udara dan BBM yang masuk melalui intake manifold. Tetapi di dalam ruang bakar, NOS akan mengembang. Kompresi dan energi akan tercipta jauh lebih tinggi. Hasil akhir, jumlah bahan bakar yang dibakar akan bisa lebih banyak dan tenaga mesinpun bertambah. Keuntungan lain, gejala detonasi dan overheating dapat dikurangi. Ini berkat campuran bahan bakar, udara, dan NOS. yang masuk ke dalam ruang bakar jauh lebih dingin. Sifat inilah yang tidak dapat kita peroleh bila menggunakan sistem pemampat udara TURBO

trouble code Diagnostic on Board (OBD I) untuk mobil Toyota


list trouble code Diagnostic on Board (OBD I) untuk mobil Toyota 


Code 11 Momentary interruption in power supply to ECU (electronic control unit or computer) up to 1991
Code 12 Engine revolution signal missing : Masalah di Delco
Code 13 Rpm signal to ecu missing above 1000 rpm : Masalah di Delco
Code 14 Igniter signal to ecu missing : Masalah di sirkuit pengapian
Code 16 A/T control signal missing from ecu : Masalah di sensor Matic
Code 21 Main oxygen sensor signal fault : Masalah di Sensor Oksigen
Code 22 Water temperature sensor circuit fault : Masalah di Thermostat
Code 23 and 24 Intake air temperature signal fault : Masalah di Mass Air Flow Sensor
Code 25 Air/fuel ratio LEAN : Masalah di sensor CO
Code 26 Air/fuel ratio RICH : Masalah di sensor CO
Code 27 Sub-oxygen sensor signal or heater circuit fault : Masalah di sensor oksigen
Code 28 No.2 oxygen sensor/heater signal fault : Masalah di sensor oksigen
Code 31 and 32 Air flow meter circuit or Vacuum sensor signal fault : Masalah di MAP / Vacuum sensor
Code 34 and 36 Turbo-charging pressure signal fault
Code 35 Altitude compensation sensor signal fault : Masalah di Throtlle body
Code 41 Throttle position circuit fault : Masalah di sensor TPS
Code 42 Vehicle speed sensor circuit : Masalah di Sensor Speed / Kabel Speedometer
Code 43 No starter signal to the ecu : Masalah di Dinamo Stater
Code 52, 53 and 55 Knock sensor fault : Masalah di Knock Sensor
Code 71 EGR system malfunction : Masalah di Knalpot / Exhaust
Code 72 Fuel cut solenoid signal fault : Masalah di selenoid karburator
Code 78 Fuel pump control signal fault : Masalah di Fuel Pump
Code 81, 83, 84 and 85 TCM communication fault : Masalah di Transmisi mobil

Cara Membaca Arti Kedipan Lampu Indikator Motor Honda Injeksi


Cara Membaca Arti Kedipan Lampu Indikator Motor Honda Injeksi
1.       Kedipan panjang bernilai 10 (sepuluh)
2.       Kedipan pendek bernilai 1 (satu)
§  jika ditemukan kedipan pendek sebanyak 7 kali maka nilai MIL nya adalah 7 (tujuh)
§  jika ditemukan kedipan panjang 1 kali + 2 kali kedipan pendek maka nilai MIL nya adalah 12 (duabelas).
§  Error sistem antara satu dengan berikutnya ada jeda kurang lebih 3-5 detik.

Berikut beberapa indikator error pada indikator speedometer motor honda sistem injeksi yang ditangkap oleh MIL (Malfunction Indikator Light) diantaranya :
Kedipan   1 = Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure)
Kedipan   7 = Sensor EOT/ECT (Engine Oil /Coolant Temperature)
Kedipan   8 = Sensor TP (Throttle Position)
Kedipan   9 = Sensor IAT (Intake Air Temperature)
Kedipan 12 = Sensor Injektor
Kedipan 21 = Sensor O2 – Oxigen sensor
Kedipan 29 = Sensor IACV (Intake Air Cut Valve)
Kedipan 33 = ECM (Engine Control Module)
Kedipan 54 = Sensor BAS (Bank Angle Sensor)



Lanjut ke motor yamaha:
1.       Kedipan panjang bernilai 10 (sepuluh)
2.       Kedipan pendek bernilai 1 (satu)
Nilai             Jenis Kerusakan                                                      Jumlah Kedipan
12
Crankshaft position sensor
1 kali
2 kali
13
Intake air pressure sensor
1 kali
3 kali
14
Saluran intake air pressure sensor
1 kali
4 kali
16
Throttle position sensor macet
1 kali
6 kali
21
Coolant temperature sensor
2 kali
1 kali
22
Intake air temperature sensor
2 kali
2 kali
30
Sepeda motor terjatuh
3 kali
0 kali
33
Primary ignition coil
3 kali
3 kali
39
System kelistrikan fuel injector
3 kali
9 kali
41
Lean angel sensor
4 kali
1 kali
44
Proses pembacaan atau penulisan pada EPROM
4 kali
4 kali
46
Aliran listrik ke system FI tidak normal
4 kali
6 kali
50
Kerusakan pada memori ECU
5 kali
0 kali